Mengetahui Beberapa Negara Yang Memiliki Hubungan Diplomatik Dengan Taiwan

Mengetahui Beberapa Negara Yang Memiliki Hubungan Diplomatik Dengan Taiwan

chen-wei.org – Sejak Perang Saudara di China usai, komunitas internasional kalut dalam ketidaksepakatan dan kebingungan tentang Taiwan. Pada 1949, kubu nasionalis di bawah bendera Kuomintang kalah dalam perang saudara.

Tahun itu, sekitar dua juta pendukung Republik China dan Kuomintang yang dipimpin Chiang Kai-shek melarikan diri ke Taiwan. Di sisi lain, Partai Komunis yang dipimpin Mao Zedong berhasil mengambil alih China daratan.

Pada 1 Oktober, Mao Zedong mendeklarasikan berdirinya Republik Rakyat China di China daratan.

Hubungan Taiwan Dengan Komunitas Internasional

Mengetahui Beberapa Negara Yang Memiliki Hubungan Diplomatik Dengan Taiwan

Setelah pendukung Republik China dan Kuomintang pergi dari China daratan, Chiang Kai-shek akhirnya memerintah Taiwan dan mendeklarasikan darurat militer di sana. Awalnya, Chiang Kai-shek masih mengaku dan mengeklaim mewakili seluruh China.

Republik China pun yang berbasis di Taiwan masih berada dalam keanggotaan PBB. Tetapi pada 1971, PBB mengalihkan pengakuan diplomatik ke Republik Rakyat China yang dikuasai Partai Komunis.

Hal ini memaksa Republik China yang ada di Taiwan untuk keluar dari keanggotaan PBB sebagaimana dilansir BBC. Sejak saat itu, jumlah negara yang mengakui Taiwan secara diplomatis turun drastis. Kini, jumlah negara yang mengakui Taiwan tersisa 15 negara.

Berikut 15 negara yang mengakui dan memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan:

– Guatemala

– Honduras

– Haiti

– Paraguay

– Nikaragua

– Eswatini

– Tuvalu

– Nauru

– Saint Vincent dan Grenadines

– Saint Kitts dan Nevis

– Saint Lucia

– Belize

– Kepulauan Marshall

– Palau

– Vatikan City.

Hubungan Taiwan Dengan AS

Amerika Serikat (AS) sebenarnya tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Namun, AS merupakan pendukung sekaligus pemasok senjata utama Taiwan sebagaimana diwartakan oleh Reuters.

Pada 1972, lewat Komunike Bersama, AS mengakui pemerintahan China daratan yang dikuasai oleh Partai Komunis dan Taiwan adalah bagian dari China. Sebagai gantinya, pada 1979, AS tetap menjalin hubungan dengan Taiwan melalui Undang-Undang Hubungan Taiwan.

Sejak pengakuan AS terhadap China daratan, Undang-Undang tersebut menetapkan hubungan yang substansial tetapi non-diplomatis antara AS dengan Taiwan. Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri AS menegaskan bawah negaranya tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan.

Untuk tetap menjalin kerja sama dengan Taiwan, AS memiliki American Institute in Taiwan (AIT) yang bertanggung jawab untuk menerapkan kebijakan AS terhadap Taiwan. Kementerian Luar Negeri AS juga mengegaskan dalam keterangannya bahwa “Negeri Paman Sam” tidak mendukung kemerdekaan Taiwan.

Kendati demikian, AS memiliki tujuan untuk mempertahankan hubungan yang kuat dan tidak resmi dengan Taiwan. Di sisi lain, melalui Undang-Undang Hubungan Taiwan, AS juga memiliki dasar hukum untuk membantu Taiwan dalam mempertahankan kemampuan pertahanannya. AS juga berkeras menentang status yang ada antara China dan Taiwan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *